Welcome to my blog and Happy Reading :)

Selasa, 21 Mei 2013

Me and Friend :)


Assalamu’alaikum, sugeng injing, sugeng dhalu, good morning, good evening good night 
Hai, ini blog pertama aku (yang berhasil sebab 3 blog sebelumnya hanya menjadi spam email yang mangkrak memprihatinkan tak pernah tersentuh). So, aku bakal ngasih coretan (ga penting) sebagai perkenalan. Tak kenal maka tak sayang too.. :D
Namaku Fifin (inget pake “F” tegak, bukan “V” rumput apalagi “pe”). Nama lengkapnya Fifin Lujjatil Bahril Wahdati. Pendeknya Fifin L.B.W.  Panjangnya Fifin Lujjatil Bahril Wahdati kecil mungil centil #abaikan -_-“# 
Saat ini aku lagi memasuki semester kelimaku di fakultas hukum bersama ke empat teman-temanku yang (menurutku) aneh tapi ajaib. Aku, eh mereka menemukanku dalam keluguan (jjiah) saat pertama kali datang dan menginjakkan kaki di Fakultas Hukum. Aku yang phobia dengan suasana asing ga bisa berbaur (inilah yang membuatku lebih nyaman di “dunia kecilku”), terlebih dandananku yang (katanya) berantakan dan cupu.
Sherly yang pertama kali menyambutku dengan kelakar konyolnya yang ceplas-ceplos dan rada susah untuk dimengerti oleh orang awam. Dia yang paling suka bikin ricuh diantara kami. Bisa dibilang, sherly adalah informan handal, sebab, pergaulannya yang supel dan luas membuatnya mendapatkan informasi dari segala penjuru tentang dunia kampus. Dari masalah kuliah sampe para mahasiswanya, dia yang teraktual, tajam terpercaya dan ter-update.
Terus, ada Icha. Lengkapnya Desy Nurcahyani. Nama narsisnya Ichantiik (gabungan Icha dan cantik #abaikan -_-“). Pertama kali ketemu, aku ketipu sama wajahnya yang imut. Ternyata dia mahasiswi frustasi dari keperawatan dan memilih  mengulang di kampusku. Dia yang punya mata yang hitam dan tajam. Juga senyum narsis yang selalu dia bawa kemana-mana. Body’nya boleh jadi bulat seksi berisi (bukan masuk jajaran gendut dan sejenisnya #dipelototin Icha) dan paling cepet ngos-ngosan kalo naik tangga, tapi kalo masalah main game Dance DDR (entahlah apa kepanjanganya) di jagonya. Nyaris sempurna (nilainya bukan style dancenya #wkakaka). Sekilas dia seperti cewek pemalu, pendiam dan ga aktif dikegiatan perkuliahan. Tapi ternyata, air tenang menganyutkan, daya tangkapnya kuat, terbukti nilai IP semester satu dan dua yang tersapu bersih dari nilai C, D apalagi E. Terlebih mimiknya yang selalu innocent selalu berhasil menipu kami mentah setengah mateng.
Ada juga si jangkung firda yang suka heboh, gak jelas sendiri. Loadingnya super lambat menangkap apa yang sedang kami berempat jadikan bahan candaan. Setelah kami puas tertawa, dia akan memasang wajah datar, terdiam, dan sejenak kemudian terbahak keras ,” oo,, baru ngerti aku,, hahahaha.” Ibarat sinyal, dia sinyalnya cuma satu setengah. Ditambah lagi dia buta nada. Dia cocok jadi pembawa acara tebak lagu dan sejenisnya, asli ga akan ada yang mampu menebak lagu yang dia nyanyikan saking ga ada nadanya.
2 makhluk ini (Icha dan Firda) adalah K-Pop Lovers berat. Segala sesuatu yang berbau Korea mereka update banget. Tapi tetep, peringkat kehebohan tetap dipegang oleh Firda. Asli deh, dia itu ga tau sikon banget. Suka jejeritan kalo liat idolanya muncul atau beradegan yang (menurutnya) seksi, imut dan menggoda (urat malu putus!) hahaha.
Terus, beda lagi sama Dian si arek medok asli Jombang yang hobinya nyanyi-nyanyi. Dimana-mana nyanyi. Parahnya lagi, lagu yang sering dia nyanyiin ga jelas ujung pangkalnya. Dia bisa nyanyi lagu pada lirik dan syair yang sama dari dia membuka mata sampe mau tidur saking ga jelasnya. Dia juga yang paling penakut dan paling gampang panik diantara kami, dan itu yang membuat Serly dan Icha, sering menjadikannya “korban” kejahilan, dan aku juga pastinya. Tapi dua orang ini yang paling rajin dan betah mendengarkan ceramah dari para dosen. Catatannya pun bisa berbuku-buku penuh dengan wejangan dari para dosen tanpa tertinggal satu atapun. Berbeda dengan aku dan Icha yang buku catatan penuh dengan coretan-coretan ga penting.

Yaaah, kami yang berbeda, dengan segala kehebohan dan keanehan kami. Aku dan mereka saling melengkapi. Saling mengerti meski terkadang ada satu atau beberapa hal yang membuat kami “jauh”. Tapi, aku dan mereka dapat kembali. Bahkan, mungkin sang mentari yang terkadang mengintip malu dari langit, kelakuan kami yang bergerombol dengan berisik, dengan candaan yang sulit dipahami oleh orang-orang “normal” (letak topik pembicaraannya) lain, tak dapat mengerti jalinan hubungan yang kami miliki. Entah kawan, entah sahabat atau saudara. Entahlah, ku biarkan seperti ini saja. Toh suatu saat, waktu akan memperlihatkan pada kami arti segalanya. Dan bagiku, kehangatan seperti ini yang selalu dapat mencairkan beku dan dinginnya hari.
Moment to remember,,
Ingatlah hari ini :D

Nb:  Inget foto ini. Kuliah "galau" di Sabtu pagi dan ga ada yang sempat memikirkan mandi. Gila hhahahaha :D